News Update :

Moto GP News

Basketball News

Formula 1 News

SkyLift, Teknologi Baru Yang Mempermudah Kita Dalam Menaiki Pesawat Terbang

Rabu, 29 Juni 2011

Baru-baru ini diperkenalkan sebuah desain kendaraan yang akan mempermudah penumpang untuk menaiki pesawat terbang. Kendaraan itu disebut dengan SkyLift. Konsep SkyLift mengadaptasi dari lift, yang akan mengangkat penumpang ke pesawat, jadi penumpang tidak perlu repot berjalan apalagi naik turun tangga pesawat. Skylift memiliki empat kabin teleskopik yang naik dan turun sepanjang dua sumbu Selengkapnya. Mau tahu seperti apa menariknya konsep kendaraan SkyLift ini, berikut ini gambarannya:




http://www.yankodesign.com/images/design_news/2007/03/28/skylift.jpg

Phyton, Mobil tercepat di Air

Generasi baru kendaraan amfibi lahir awal bulan ini. Mobil yang tampilan fisiknya menyerupai mobil sport produksi perusahaan otomotif California WaterCar tersebut bernama Phyton. Konon, kendaraan senilai 125.000 pounds (sekitar Rp1,8 miliar) itu bisa melaju hingga 96 km/jam di air. Lebih kencang dari speedboat.

”Sebelum melaju di atas air, pengemudi Phyton harus menetralkan gigi perseneling, mengaktifkan kemudi jet air dan memasukkan roda,” terang Dave March, perancang Phyton, dalam wawancara dengan Daily Mail. Sedangkan, jika hendak meneruskan perjalanan dari air ke darat, si pengemudi harus melakukan proses kebalikannya. Menurunkan roda dan mengaktifkan kemudi darat.
www.haxims.blogspot.com

Di darat, Phyton didukung mesin V8 Chevrolet Corvette. Mesin seberat 1,7 kilogram itu mampu menghasilkan energi sebesar 640 Hp (horsepower). Sementara, mesin saat Phyton melaju di atas air diproduksi Dominator Jet, dengan tenaga yang dihasilkan mencapai 500 Hp. Melengkapi kemutakhirannya, Phyton juga dilengkapi dengan mesin jet yang membuatnya mampu melaju di atas ombak.

’’Saya mengacu pada desain 1990-an yang menyatukan mobil dan kapal cepat. Dengan penggabungan mesin dua kendaraan beda medan itu, dihasilkan mobil (kendaraan darat) yang bisa melaju di atas air,” paparnya.
www.haxims.blogspot.com

Menurut March, kendaraan dengan lima kursi penumpang tersebut sekitar 48 km/jam lebih kencang dibandingkan pesaing terhebatnya yang juga buatan Amerika Serikat (AS), Gibbs Aquada. Phyton juga sekitar 86 km per jam lebih cepat ketimbang mobil amfibi buatan Inggris, Dutton Mariner.

Mouse Anti Bakteri dan Dapat di Cuci

www.haxims.blogspot.com


The IOGear's Germ Free Wireless Laser Mouse ($ 11,99) dilapisi dengan Titanium Dioxide (TiO2) dan Silver (Ag) nano-partikel senyawa, yang menggunakan dua mekanisme untuk menonaktifkan enzim dan protein untuk mencegah spektrum yang dapat memperluas bakteri, virus, jamur, dan ganggang dari bertahan di permukaan mouse. Telah diuji dan terbukti efektif terhadap penyelesaian mikroba berbahaya pada permukaan terisolasi, tool yang sangat baik untuk kantor medis, perpustakaan, sekolah dan komputer publik pada umumnya.
Quote:
Mouse Yang Dapat di Cuci

www.haxims.blogspot.com


Jika mouse anti-bakter tidak membuat sobat merasa cukup bersih, coba Belkin Mouse yang dapat dicuci ($ 17.69). Dengan desain kedap air, sehingga mouse bisa dicuci dan dapat bertahan dari tumpahan air dan sobat dapat mencuci tangan dengan benar di bawah keran dengan air mengalir. Kotoran, makanan, cairan, kuman, bakteri - semua dapat segera dicuci dengan sabun dan air.

Gugat AXE Karena Tidak Bisa Dapat Pacar

Karena tidak dapat menarik gadis seorangpun, seorang pria yang frustasi menggugat distributor Axe.

New Delhi. Seorang pemuda berusia 26 tahun menggugat perusahaan HUL (Hindustan Unilever Limited), yang memasarkan produk perawatan pria dengan merk dagang Axe, dengan tuduhan telah menipu dan menyebabkan ‘penderitaan mental’. Penggugat menyebutkan kegagalannya untuk menarik gadis manapun meskipun dia telah menggunakan produk Axe selama lebih dari tujuh tahun sampai sekarang. Iklan Axe menunjukkan bahwa produk-produk itu membantu kaum pria untuk bisa langsung menarik wanita.
www.haxims.blogspot.com

Vaibhav Bedi, sang penggugat, juga menyerahkan semua bukti ke pengadilan dari semua produk yang telah digunakan maupun yang belum terpakai, yang berupa deodorant sprays, perfume sticks and roll-ons, anti-perspirants, aftershaves, body washes, shampoos, dan hair gels dengan merek Axe. Penggugat juga meminta agar semua produk itu diperiksa di laboratorium.

Vaibhav terpaksa mengambil langkah ini karena pembantunya memukulinya dengan sapu ketika ia mencoba untuk membuatnya terkesan dengan tampil telanjang di depannya setelah menggunakan semua produk Axe.
http://www.thirdwayblog.com/wp-content/uploads/2007/05/axe-spray-1.jpg
“Lalu mana Axe Effect-nya? Saya sudah menunggu selama lebih dari tujuh tahun. Sejak kuliah sampai dengan saya bekerja di kantor, tidak ada satupun gadis yang mau saya ajak bahkan hanya untuk minum teh atau kopi dengan saya, meskipun saya yakin mereka bisa membaui parfum, deodorant dan aftershaves yang saya pakai. Saya selalu menggunakan produk itu dengan harapan bisa seperti apa yang terjadi pada iklan di televisi. Akhirnya saya berusaha untuk menarik perhatian pembantu saya yang telah bertengkar dengan suaminya dan tinggal sendirian selama lebih dari setahun. Dan ternyata saya malah dipukuli dengan sapu! ” Vaibhav mengungkapkan keluhannya.

Vaibhav mengklaim bahwa dia telah menggunakan semua produk Axe sesuai instruksi yang ada bahkan sejak dia pertama kali membelinya. Dia berargumen bahwa jika dia tidak bisa mengalami Axe Effect meskipun telah menggunakan produk sesuai petunjuk, berarti perusahaan telah menipu atau menjual produk palsu.

“Saya selalu menyimpannya di tempat sejuk dan kering, dan menjauhkan mereka dari cahaya matahari langsung atau panas. Saya selalu menggunakan penggaris sebelum menyemprotkan untuk memastikan bahwa jarak antara nozzle dan ketiak saya adalah sekurang-kurangnya 15 cm. Saya selalu melakukan sesuai petunjuk pemakaian. Saya bahkan memukul keponakan saya yang berusia 5 tahun karena telah mendekati lemari saya, sesuai dengan anjuran yang menyatakan agar menjauhkan dari jangkauan anak-anak. Namun, akhirnya yang saya dapatkan adalah pukulan sapu dari pembantu saya”, Vaibhav mengungkapkan dengan nada frustrasi.

Vaibhav mengklaim bahwa dia telah mengalami banyak penderitaan mental dan penghinaan di depan umum karena tidak adanya Axe Effect dan dia ingin agar perusahaan Axe mengkompensasi dia untuk semua penderitaan tersebut.

HUL secara resmi telah menolak berkomentar mengenai kasus tersebut, tetapi salah satu sumber menyebutkan bahwa HUL cukup khawatir atas perkembangan kasus ini. Perusahaan mungkin berpendapat bahwa Vaibhav itu memang tidak berpenampilan menarik dan tidak memiliki persyaratan minimal agar Axe Effect terjadi. HUL secara resmi memang belum mengeluarkan pernyataan apapun, namun para ahli hukum percaya bahwa HUL akan sulit untuk meyakinkan pengadilan.

“HUL mungkin tergoda untuk mengambil garis argumentasi, tetapi sangat berisiko. Tidak ada data yang memperkuat anggapan bahwa orang ini bodoh dan tidak menarik bagi para wanita. Pada kenyataannya, banyak wanita yang cantik dan menarik ternyata menikah dengan pria yang bodoh dan menyeramkan. Saya akan menyarankan perusahaan untuk menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan,” kata pengacara Ram Jethmalani.

Football News

 

© Copyright Jalan Unik 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.